AZZUMAR YASMELNA

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

3 Hal yang Membahagiakan di Minggu ini

1. Alhamdulillah Dapat Melihat Perkembangan Cucu dalam Minggu Ini Senangnya liburan kali ini, cucuku datang ke rumahku setiap hari. Mengapa hal tersebut membahagiakan..? Karena biasanya cucuku hanya datang pada hari Sabtu ataupun hari Minggu.Iitupun tidak setiap minggu. Sehingga terkadang saat bertemu seakan sang cucu tidak mengenali aku sebagai neneknya. Hal tersebut terkadang membuatku bersedih, apalagi Joo itu namanya, adalah cucu pertama dari anakku yang tertua.Joo,anak yang lucu dan menggemaskan, membuat kangen untuk melihat kepintarannya yang selalu bertambah setiap hari. Sebelumnya aku pernah agak kecewa karena Joo lambat untuk bisa berjalan, tidak seperti ayahnya dan anakku yang lainnya bisa berjalan pada usia sembilan bulan. Namun kusadari bahwa tidak sama kejadiannya antara anak-anakku dan cucuku. Aku sangat bersyukur sekali melihat cucuku sehat walafiat padahal di luaran sana banyak cucu-cucu yang tidak seberuntung dan sesehat Joo. Saat ini Joo sudah bisa berjalan,sudah bisa menyebutkan beberapa kata walaupun belum semua nya kata disebutkan dengan jelas. senyum Joo sangat manis dan joo juga anak yang periang. Selama seminggu ini joo selalu datang ke rumah walaupun pagi diantar dan sore setelah aminya itu untuk sebutan ibunya pulang kerja,joopun pulang juga ke rumah 2. Akhirnya Anakku Bisa Pulang Kampung Gema takbir hari raya sudah berkumandang pertanda esok pagi umat Islam melaksankan shalat Idul Fitri, aku teringat akan anakku yang nomor empat. Saat ini dia masih di Yogya. Kota di mana dia sedang menimba ilmu. Sampai hari ini berarti sudah setahun catur anakku tidak berkumpul dengan keluargaku dirumah. Inilah resiko kalau kuliah dirantau orang. ISI Yogya menjadi pilihannya, maklum jiwa seni menuntunnya ke sana. Berat memang melepaskannya .tapi aku orang tua harus mendukung niat baik dari anakku ini. Selagi hal yang positif, mengapa tidak...? Padahal kalau diingat-ingat lagi, rasanya dulu aku tidak menyetujui niatnya untuk kuliah lagi. Mengapa...? Karena kondisi keluanganku. Anakku ada tujuh orang. Banyak biaya yang harus kukeluarkan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk biaya sekolah. Saat itu anakku yang kedua masih belum bisa menyelesaikan kuliahnya di salah satu perguruan tinggi di kota Padang, tentu dia butuh biaya juga untuk setiap bulannya. Kemudian tiga orang adiknya sedang duduk din sekolah menengah. Kalau Catur harus kuliah ke Yogya, berapa lagi biaya yang harus aku carikan...? Tapi tekad kuatnya mengalahkan kecemasanku,.demi mengejar impiannya Catur berusaha untuk mencari uang dengan caranya sendiri. Kebetulan anakku ini jiwa seninya tinggi sehingga dia masuk menjadi salah satu anggota sanggar yang terkenal di kotaku. Dan setiap ada penampilan dengan sanggarnya ,dia memperoleh honornya walaupun tidak banyak. Rupanya tidak itu saja yang dilakukannya, darah seni yang kental dalam dirinya membuat orang percaya akan kemampuannya. Datanglah tawaran untuk menjadi koreografer tari pada sekolah yang akan ikut lomba antar sekolah yang ada di kotaku. Tidak hanya satu tapi dua sekolah yang ditangani koreografer tarinya. Alhamdulilah, untuk tingkat SLTA grup tari yang dilatihnya memperoleh juara satu dan menjadi utusan kota ke propinsi. Sedangkan yang untuk SLTP meraih juara dua. Bagiku itu suatu prestasi yang membanggakan.tanpa basic pendidikan seni anakku mampu menciptakan tari dan bersaing dengan orang-orang yang sudah punya ijazah dibidang seni tersebut Ada satu lagi usahanya yang juga mampu menambah pundi-pundi keuangannya, merias wajah. Keterampilanya ini cukup banyak peminatnya hampir tiap minggu ada saja permintaan orang untuk dirias wajahnya. Nah, dari usaha tersebut akhirnya Catur bisa terbang ke Yogya untuk mengikuti rangkaian tes yang harus dijalani Alhamdulillah dengan izin Allah SWT cita-citanya untuk diterima menjadi mahasiswa ISI Yogya yang terkenal itu tercapai 3. Cita-citaku mulai terwujud Dering telepon mengejutkanku. Kontak yang keluar Atik SMKN 1, saudara sekaligus kolegaku. Kujawab salam yang diucapkannya. Atik mengabariku bahwa ada dibuka kelas menulis yang akan diadakan di Padang. Ceritanya Atik mengajakku untuk menambah ilmu dibidang menulis .Walaupun berbayar dengan uang pribadi kupikir tak ada salahnya aku ikut serta, aku merasa butuh karena selama ini aku punya cita-cita ingin membuat sebuah buku tapi aku tidak tahu bagaiman memulainya . Ajakan ini menggugah semangatku karena aku pernah berpikir tentang apa yang akanku wariskan ke anak-anakku apabila aku telah tiada sedangkan anakku banyak dan bahkan tidak ada materi yang bisa aku berikan. Aku juga berpikir apabila karyaku bisa komersil banyak orang akan mengenangnya. Sebenarnya kelas menulis itu sudah ada dikirimkan di WA alumni salah satu kegiatan online juga namun karena terlalu banyak chat yang masuk sehingga tidak terbaca hal penting yang seharusnya diketahui. Aku lihat kembali WA di grup tersebut ternyata benar ada informasinya dari narasumber sampai biaya yang harus dibayarkan. Cukup lumayan untuk aku yang saat itu sedang tidak banyak tapi itu di pikirkan nanti saja yang penting aku dapat ilmumya dulu. Maka aku setujui ajakan Atik tersebut. Informasi dari Atik teman yang lain juga ada yang ditawarkan tapi semua ada kesibukan sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut. Terlebih lagi saat ini sedang liburan sekolah banyak teman yang tidak mau terganggu liburannya . Tapi bagiku terganggu liburan itu sudah biasa seperti halnya tahun lalu masa liburan aku habiskan untuk mendampingi siswa lomba FLS2N tingkat propinsi. Hampir satu minggu waktuku tersita. Begitu juga untuk tahun ini aku juga mendampingi siswa yang ikut lomba tingkat propinsi dimana jingle yang dibawakan itu adalah hasil karyaku dan sedikit tambahan aransemen dari siswa-siswaku. Jadi kupikir tambah satu kegiatan untuk diri pribadi tidak apa-pap karena selama ini yang aku urus hanya utuk kegiatan sekolah, sementara untuk diri sendiri terlupakan. Cukup lama aku berbicara dengan Atik di telepon dari keberangkatan sampai nanti penginapan yang akan dituju. Malam haripun Atik kembali menelpon untuk memastikan keberangkatan kami esok pagi setelah shalat Subuh
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali